Langsung ke konten utama

Di Depan Pintu Rumah Sakit Itu

Kuyakin mereka tidak mau
Hanya tidur dan membisu
Terlalu sepi, terlalu kaku
Itu bukan yang mereka mau

Jelas berbeda di tempat itu
Nampak ramai, sangat ramai!
Berdesak-desakan, berhimpit-himpitan
Entah apa yang mereka cari

Besok mungkin kembali fitri
Ramadhan akan berlalu
Entah siapa yang kembali fitri?

Aku berdo'a untuk anda semua
Tak mesti ramai, tak perlu kesana
Bukan itu yang Allah cari
Kalianlah yang justru beruntung

Kuyakin bukan ramai
Damai yang ada di hati kalian
Jangan sampai terlewatkan
Berdzikirlah untuk bekal kalian

09091020-"Di depan pintu masuk RS"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-hati Dengan Janji

Oleh: Hasan Ridwan Kita harus segera merapatkan barisan. Mari bersama-sama berjuang untuk membebaskan diri kita dari zona kemunafikan menuju zona keimanan . Janganlah terlalu mudah mengobral janji! Rasulullah Saw. telah mengingatkan melalui Bukhari Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra: “ Tanda-tanda munafik itu tiga perkara, ketika berbicara ia berdusta, ketika bersumpah ia mengingkari, ketika dipercaya ia khianat ”. Jangan sampai terlena. Zona kemunafikan itu akan membawa kita kepada kesengsaraan abadi. Ketika itu tidak akan ada seorang pun yang mampu menolong kita. Naudzu billahhi min dzalik . Allah SWT. telah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka” (QS. An-Nisaa : 45). Kita sudah sama-sama tahu siapa diri kita, untuk apa diciptakan dan mau kemana kita? Masing-masing dari kita tidak akan mampu melew...

Rejeki & Kematian

Oleh: Hasan Ridwan Akankah hidup itu menjadi indah jika berbagai kemewahan dunia sudah kita miliki? Akankah kenikmatan itu benar-benar dapat kita rasakan jika mempunyai pekerjaan terpandang, jabatan tinggi, gaji besar, fasilitas kantor yang serba lengkap, rumah mewah, mobil mewah, perhiasan mentereng, tabungan dan deposito melimpah? Akankah kita menjadi orang yang serba kekurangan ketika kita tidak memiliki satupun diantaranya? Mengapa kita menjadi sedemikian hina. Ketika dunia harus menjadi pelayan kita, mengapa kita malah mengemis-mengemis meminta dunia? Sudah waktunya kita mengobati qalbu kita. Sekarang juga. Kita tidak boleh terlalu banyak “bermimpi”. Janganlah menipu diri sendiri. Berbagai kemewahan itu hanyalah fatamorgana. Tidaklah pantas, sungguh sangat tak pantas jika kita terus meratapi ketidakmampuan kita untuk memiliki dunia. Pernahkah berfikir bagaimana rasanya jika mata kita tidak bisa melihat? Seperti apa rasanya jika telinga kita tidak bisa mendengar? Apa yang akan te...

Anda Tampak Lelah

Oleh: Hasan Ridwan Selamat Pagi Kenapa? Anda tampak lelah Anda sangat lelah Anda selalu kelihatan lelah Tetap semangat ! Tetaplah kejar yang anda cari Apakah itu yang anda mau? Betapa berat jalan itu Anda sungguh kuat Tak pernah lelah terus lewati Hari ke hari tak kunjung mati Saya pahami sebuah obsesi Demi anak dan juga istri Do'a mereka pasti kan menyertai Meski hati di ambang mati Kupandangi wajah mereka Aku yakin tak mampu beli Rasanya banyak yang mereka cari Sudahkah anda beli? Serpong, 22 April 2006, Pkl. 10.56 BBWI Inspirasi: Dia (selalu) terlihat lelah