Langsung ke konten utama

Dia Pun Lewat

Oleh: Hasan Ridwan

Astagfirullah,
Hasbunallah wa ni'mal wakiil
Ni'mal maula wa ni'mannasiir

Dia lewati jalan ini
Semua pasti kenal
Sang Raja Alam Seribu Dongeng

Dia tanyakan soal pesta itu
Entah kepada siapa?
Duduk tak nyaman
Tangan tak mampu menari

Sepertinya ada pesta
Sepertinya ada pesta

Semua tahu soal pesta
Disinipun ada
Siapa yang pernah ikut?
Apakah ini yang namanya pesta?

Dia pun lewat lagi
Maaf, dimanakah pesta itu?

Serpong, 22 April 2008, Pkl. 11.21 BBWI

Inspirasi: Sang Raja Alam Seribu Dongeng lewat di depan mata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rejeki & Kematian

Oleh: Hasan Ridwan Akankah hidup itu menjadi indah jika berbagai kemewahan dunia sudah kita miliki? Akankah kenikmatan itu benar-benar dapat kita rasakan jika mempunyai pekerjaan terpandang, jabatan tinggi, gaji besar, fasilitas kantor yang serba lengkap, rumah mewah, mobil mewah, perhiasan mentereng, tabungan dan deposito melimpah? Akankah kita menjadi orang yang serba kekurangan ketika kita tidak memiliki satupun diantaranya? Mengapa kita menjadi sedemikian hina. Ketika dunia harus menjadi pelayan kita, mengapa kita malah mengemis-mengemis meminta dunia? Sudah waktunya kita mengobati qalbu kita. Sekarang juga. Kita tidak boleh terlalu banyak “bermimpi”. Janganlah menipu diri sendiri. Berbagai kemewahan itu hanyalah fatamorgana. Tidaklah pantas, sungguh sangat tak pantas jika kita terus meratapi ketidakmampuan kita untuk memiliki dunia. Pernahkah berfikir bagaimana rasanya jika mata kita tidak bisa melihat? Seperti apa rasanya jika telinga kita tidak bisa mendengar? Apa yang akan te...

Hati-hati Dengan Janji

Oleh: Hasan Ridwan Kita harus segera merapatkan barisan. Mari bersama-sama berjuang untuk membebaskan diri kita dari zona kemunafikan menuju zona keimanan . Janganlah terlalu mudah mengobral janji! Rasulullah Saw. telah mengingatkan melalui Bukhari Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra: “ Tanda-tanda munafik itu tiga perkara, ketika berbicara ia berdusta, ketika bersumpah ia mengingkari, ketika dipercaya ia khianat ”. Jangan sampai terlena. Zona kemunafikan itu akan membawa kita kepada kesengsaraan abadi. Ketika itu tidak akan ada seorang pun yang mampu menolong kita. Naudzu billahhi min dzalik . Allah SWT. telah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka” (QS. An-Nisaa : 45). Kita sudah sama-sama tahu siapa diri kita, untuk apa diciptakan dan mau kemana kita? Masing-masing dari kita tidak akan mampu melew...

Langkah 1: HARUS PUNYA TEKAD

1.1 Kenapa Harus Punya Tekad? Kita telah diajarkan betapa setiap perbuatan tergantung kepada niat. Bismillah, mari kita mantapkan untuk memulainya dengan niat yang baik. Niatkan untuk selalu berbuat baik. Tapi awas: JANGAN BERHENTI DALAM BAB NIAT !!! Kita harus berbuat. Kita akan dihisab untuk itu. Janganlah kita semua sampai terperosok dan terlarut dalam "MIMPI UNTUK BERBUAT BAIK". Tidak inginkah kita punya banyak tabungan? Mulai detik ini saya berniat untuk meluruskan kembali langkah ini. Saya akan memulainya dengan tekad: LAA ILLAAHA ILLALLAH. 1.2 Bertekad Menjadi Seorang Promotor Saya harus punya target. Saya ingin terkenal. Sungguh, saya ingin menjadi orang terkenal. Saya bertekad menjadi seorang yang dikenal Allah SWT. dan Rasulullah Saw. Amien. Saya harus menjadi orang kaya. Saya harus menjadi seseorang yang kaya hati. Insya Allah, semoga Allah SWT. memudahkan jalannya. Saya ingin kita semua berada dalam track yang benar untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Saya be...